Tuesday, March 25, 2008

25.03.08

Pagi ini....huaaahhhh...masih ngatuk... -_- ehm...pagi ini kuliah statistik, mo belajar ttg SPSS....
SPSS???....dulu pas skripsi S1 pernah make,tapi sekarang lupa lagi... T_T (abisya belajarnya otodidak sich...). btw ngomong2 soal SPSS...jadi mengingatkanku waktu jaman2nya ngerjain skripsi yang penuh dengan perjuangan dan titik keringat pengabisan....... ngolah data yg buanyak bgt pake SPSS yang belajarnya juga otodidak,but......dari semua perjuangan yang ditempuh tidaklah sia-sia...Yosh! ganbare!!!

Thursday, March 20, 2008

Magatama

what is magatama???
Magatama (勾玉 or 曲玉), are curved beads which first appeared in Japan during the Jōmon period.
They are often found inhumed in mounded tumulus graves as offerings to deities (see grave goods). They continued to be popular with the ruling elites throughout the Kofun Period of Japan, and are often romanticised as indicative of the Yamato Dynasty of Japan. They are, mainly, made of Jade (翡翠), Agate (瑪瑙), Quartz (石英), Talc (滑石), and Jasper (碧玉).[1] Some consider them to be an Imperial symbol, although in fact ownership was widespread throughout all the chieftainships of Kofun Period Japan. It is believed that magatama were popularly worn as jewels for decoration, in addition to their religious meanings. In this latter regard they were later largely replaced by Buddhist prayer beads in the Nara period.
In modern Japan, the magatama's shape of a sphere with a flowing tail is still the usual visual representation of the human spirit (hitodama). Wearing one during life is considered a way of gaining protections from kami.

Yasakani no Magatama
The most important magatama is the Yasakani no Magatama (八尺瓊曲玉, also 八坂瓊曲玉), which is part of the Imperial Regalia of Japan, added some time around the Heian period. The Yasakani no Magatama stands for benevolence, and is one of the three items used in the ceremony of imperial ascension. In Japanese mythology, the jewels, along with the mirror, were hung on the tree outside of Amaterasu's cave (where she had hidden) to lure her out. It is believed to be a necklace composed of jade magatama stones instead of a solitary gem as depicted in popular culture. It is believed to be enshrined in Kokyo, the Japanese Imperial Palace.
In popular culture, the Yasakani no Magatama has been presented as a baseball-sized orb with a tail, similar to a three-dimensional comma, cored through by a hole in the center. It is thought that the original magatama was broken somehow and crafted into the jade necklace that is the current one, though there is no historical evidence that points to this. (en.wikipedia.org/wiki/Magatama)












Tuesday, March 18, 2008

Video Game dengan Sensor Tubuh

Buat para gamers ada kabar yg menggembirakan...baru-baru ini gw baca artikel di internet yang isinya tentang video game yang menggunakan sensor tubuh,hmmm..??? kayaknya menarik...let's check it out! begini artikelnya:

Wow… sepertinya tahun ini para gamers akan dimajakan dengan adanya Video game yang memiliki sensor tubuh. Sensor yang dimaksud disini bukan hanya sekedar seperti karpet dansa. Tetapi mencakup gelombang otak, tangan ,kaki dan badan. Sehingga saat kita bermain Video game tersebut, kita musti melakukan gerakan seperti Action Figure kita. Sebagai contohnya adalah Video Game tinju. sang pemain menggunakan sarung tinju, tetapi tidak dipukulkan di layar, ia hanya melakukan gerakan seperti halnya petinju. dan lawan pada Video game tersebut juga bisa terpukul oleh kerasnya pukulan pemain video game. Dan contoh lain yang membuat saya berdecak kagum adalah Video game yang memanfaatkan gelombang Otak dan mengubahnya menjadi sinayl digital. Video Game tersebut hanya simple sekali. Yaitu menghilangkan bangunan dengan kekuatan otak. Jadi di layar, tiba-tiba sebuah gedung hilang hanya karena sang pemain membanyangkan gedung itu tak ada. Benar-benar luar biasa. (ditulis oleh:Dwinawan Hariwijaya di/pada Maret 8, 2008)

Waaa....! kakkoi desu! kayaknya seru bgt tuch.. jd pengen nyoba....btw di Indonesia da dijual blm yah?Harganya juga pasti mahal bgt de T_T
fu..fu..fu.. teknologi jaman sekarang emang ga ada matinya...

Sunday, March 16, 2008

Durian day

Sabtu 15.03.08 adalah hari durian bwt anak2 matrikulasi MM angkatan 48 kelas A. He2..rame-rame ke t4 raras di Purworejo demi untuk menikmati Durian, buah yg luarnya bagaikan neraka tapi dalamnya bagaikan surga ^^
Saya,sebagai penulis blog ini ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada:
1. Raras & keluarga yang sudah menjamu dengan sangat baik, matur nuwun sanget...
2.Teman-teman seperjuangan ke Purworejo (seru bgt! kpn2 kita jalan2 lg yuk ^^ )
3. Durian yg rela gw bawa pulang kerumah
4. kepada semua pihak yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu persatu....... ^_^ v

Sunday, March 9, 2008

Robot di Jepang

Jepang terkenal dengan negara yg memiliki teknologi canggih. Salah satu teknologi yg dibuat oleh negri sakura ini adalah Robot. masyarakat jepang secara umu memiliki antusias yg tinggi terhadap robot. Robot mulai dikembangkan di Jepang pada tahun 1973, oleh seorang profesor Universitas Waseda bernama Ichiro Kato. Ada beberapa jenis robot yang dikembangkan di Jepang, antara lain :

1. AIBO : sapa yg tidak kenal dengan robot anjing yang lucu ini. AIBO (Artificial Intelligence Robot) adalah salah satu dari beberapa jenis hewan robotik yang dirancang & dibuat oleh Sony pada tahun 1999. AIBO memiliki kemampuan untuk berkembang dari tahapan anak anjing sampai anjing dewasa yang dapat mengerti 100 perintah suara. AIBO jg mampu berjalan, mengenali lingkungan sekitar, dan mengenali perintah dengan menginstall software khusus bernama AIBO ware.



2. Asimo : Asimo merupakan robot humanoid yang dibuat oleh Honda Motor Company. Tingginya 130cm berat 54 kg, bentuknya menyerupai astronot kecil yang membawa backpack dan bisa berjalan dengan dua kaki dengan kecepatan 6 km/jam. Nama Asimo merupakan akronim dari Advance Step Innovative Mobility. Asimo mampu mengenali objek bergerak dengan kamera yang terdapat di kepalanya. Asimo jg dapat memberi respon bila namanya dipanggil, menatap wajah orang yang sedang mengajaknya bicara, dan dapat mengenali wajah seseorang. Asimo dapat mengenali kira-kira 10 wajah yang sudah didaftarkan dan dapat pula memanggil nama mereka. selain itu, dengan mengases internet, Asimo bisa memberikan informasi berupa berita atau prakiraan cuaca hari ini.



3. Actroid : Actroid adalah robot humanoid dengan tampilan mneyerupai manusia yang sesungguhnya. Actroid dikembangkan oleh Universitas Osaka dan diproduksi oleh Kokoro Company Ltd. Biasanya penampilan robot ini dibuat menyerupai wanita muda keturunan jepang. Actroid adalah contoh pelopor untuk mesin nyata yang mirip Android atau gynoid dalam fiksi ilmiah. Actroid mampu berekspresi seperti mengedipkan mata, berbicara dan bernafas. Kulit Actroid terbuat dari silikon dan tampak menyerupai kulit manusia asli. Ada 47 sensor penggerak yang dipasang dibagian tubuh atas Actroid, sehingga mampu bereaksi secara alamiah seperti manusia. Namun, pergerakan tubuh di bagian bawahnya masih terbatas.



4. Wakamaru : Wakamaru adalah robot buatan Mitsubishi Heavy Industries yang diciptakan sebagai rekan untuk manula dan penyandang cacat. Robot ini berwarna kuning, dengan tinggi 1 m, dan berat 30 kg. memiliki dua buah tangan dan dasar yang datar berbentuk bulat dengan diameter 45 cm. Wakamaru dijalankan dengan Linux operating system pada multiple microprossesors. Bisa dihubungkan dengan jaringan internet dan memiliki kemampuan bicara yang terbatas. (Source : Animonster magazine)





Friday, March 7, 2008

My blog's name

Calamity...mmm...ni nama blog gw. Napa gw namain Calamity??? Pertama...gw suka ma kata "Calamity", yg kedua...Calamity tu nama salah satu Gundam favourite gw ^^

Model number: GAT-X131

Code name: Calamity Gundam

Unit type: prototype artillery mobile suit

Manufacturer: Earth Alliance (Atlantic Federation)

Operator: Earth Alliance (Atlantic Federation)

Accommodation: pilot only, in standard cockpit in torso

Dimensions: head height 18.26 meters

Weight: max gross weight 81.48 metric tons

Powerplant: ultracompact energy battery, power output rating unknown

Equipment and design features: sensors, range unknown; Trans-Phase (TP) armor

Fixed armaments: 2 x "Schlag" 125mm high-energy long-range beam cannon, mounted on backpack over shoulders; "Scylla" 580mm multi-phase energy cannon, mounted on chest, "Kaefer Zwei" 115mm dual ram cannon, mounted on shield connected to left arm

Optional hand armaments: "Todesblock" 337mm plasma-sabot bazooka

Norse Myth

Gw tertarik bgt ma Norse Myth ato mitologi skandinavia....awalnya tu gara2 maen PS "Valkyrie profile" Jalan ceritanya bgs, grafisnya jg keren abis...Norse Myth jg ada di manga Matantei Loki Ragnarok. Klo menurut gw Norse myth ni menarik bgt, nah ni klo mo tau hal2 tentang Norse Myth...

Scandinavians believed there are 'nine worlds' (níu heimar), that many scholars summarize as follows:

Ásgarðr, world of the Æsir.
Vanaheimr, world of the Vanir.
Miðgarðr, world of humans.
Muspell, world of the primordial element of fire.
Niflheimr, world of the primordial element of ice.
Hel, underworld, world of the dead.
Álfheimr, world of the Álfar (elves).
Svartálfaheimr or Nidavellir, world of the Dvergar (Norse dwarves).
Jötunheimr, world of the Jötnar (giants).

Each world also had significant places within. Valhalla was Odin's hall located in Asgard. It was also home of the Einherjar, who were the souls of the greatest warriors. These warriors were selected by the Valkyries, Odin's mounted female messengers whose sparkling armor supposedly created the famed Aurora Borealis, or the northern lights. The Einherjar would help defend the gods during Ragnarok, when everyone would die in a great battle between the gods and their iniquitous enemies. A battle, incidentally, emphasising a good versus evil duality common to many ancient mythologies and no less present in Norse mythology. Niflhel was a hellish place in Hel, where oathbreakers and other criminals suffered torments (compare Greek Tartarus).
These worlds were connected by
Yggdrasil, or the world ash root, a giant tree with Asgard at its top. Chewing at its roots in Niflheim was Nidhogg, a ferocious serpent or dragon. Asgard can also be reached by Bifrost, the magical rainbow bridge guarded by Heimdall, the mute god of vigilance who could see and hear a thousand miles.
The cosmology of Norse mythology also involves a strong element of
duality; for example the night and the day have their own mythological counterparts-- Dagr/Skinfaxi and Nótt/Hrímfaxi, the sun Sól and the chasing wolf Skoll, the moon Mani and its chasing wolf Hati, and the total opposites of Niflheim and Muspell in the origin of the world. This might have reflected a deeper metaphysical belief in opposites as the foundation of the world ( http://en.wikipedia.org).